Segala yang kita lakukan sesungguhnya adalah cerminan dari apa yang ada didalam hati dan pikiran kita, tak bisa kita berkata bahwa kita senang tetapi sebenarnya kita tidak senang, meskipun mulut mungkin bisa menyampaikan dan mengutarakannya, tetapi seperti kata pantun, ‘lidah memang tidak bertulang’ segala hal bisa diucapkan dengan segala macam tujuan dan maksud, namun sesungguhnya arti hakiki dari isi hati kita akan tampak jelas dari perilaku dan perbuatan kita…tidak akan ada orang yang akan bisa memungkirinya, terutama nuraninya…menurut ku dari sinilah sesungguhnya kita bisa menilai seseorang…kembali kepada kata yang sederhana ‘KEJUJURAN’ mungkin awal dan dasar dari segala hal yang kita lakukan didunia ini…karena sesungguhnya kejujuran itulah media langsung antara kita, nurani dan Tuhan YME…jadi mungkin sebagai manusia yang hanya sebagai makhluk tak memiliki hak apa2 atas hidup yang sudah diberikanNya, upaya kejujuran adalah merupakan upaya pengakuan atas ketidak berdayaan dan ketidak fanaan kita didunia ini..Karena kepada siapa lagi jika bukan kepada diri sendiri dan kepada Tuhan YME kita bisa telanjang dan tidak membawa apa2…bukankah sesungguhnya kita memang tidak mempunyai apa2 selain ketelanjangan diri kita…dan itu pula yang akan kita bawa saat menghadap kembali padaNya bukan ?
Jadi mengapa kita harus menunggu sampai orang memaksa sebuah kejujuran, bukankah hakikinya kita memang harus demikian…itu bukanlah sesuatu yang diminta, melainkan sesuatu yang wajib kita berikan…
Semoga renungan ini bermanfaat…
